Categories
Bisnis

Vlog VS Blog

Pertama mungkin saya harus bilang bahwa bikin vlog itu ternyata tidak sesimple itu. Dan bahkan jauh lebih rumit daripada menulis blog. Hal yang paling berasa adalah bahwa kita tidak setiap saat selalu siap untuk shooting. Ada kalanya ide tercetus di kepala tapi momentnya tidak memungkinkan untuk take video. Bisa dibayangkan, saya menulis saja malas, apalagi ini harus siap-siap untuk shooting.

Selain itu, sejauh pengalaman saya membuat 4 episode vlog, sebelum take video saya selalu menulis draft apa yang akan saya omongkan agar pada saat take tidak buang-buang waktu. Ujung-ujungnya akan lebih menghemat waktu apabila menulis blog. Saya selalu menulis draft yang akan saya bicarakan dengan tangan di atas kertas. Dan memang menulis dengan tangan kadang lebih enjoyable dibanding ketik laptop.

Kendala lain adalah video itu perlu editing dan proses editing cukup memakan waktu untuk mencari durasi yang pas apalagi dengan skill editing yang pas-pasan. Masalah durasi ini sebenarnya dilema karena semakin pendek video akan semakin nyaman untuk ditonton dan juga proses upload menjadi lebih singkat, namun seringkali pesan yang disampaikan menjadi tidak sempurna.

Selanjutnya, saya rasa untuk menyampaikan materi tentang investasi saham ini perlu adanya visualisasi tambahan dalam bentuk grafis atau rumus dalam bentuk text atau mungkin tabel-tabel pembanding dimana untuk memasukan visual ini ke dalam video, dibutuhkan effort tambahan lagi di proses editing.

Yang tidak kalah penting sebenarnya adalah memanage konsistensi. Saya memang sedang kesulitan untuk mengerjakan sesuatu secara konsisten. Sepertinya apabila konsistensi ini sudah didapat, mungkin semua kendala di atas dapat teratasi satu per satu.

Categories
Teknologi

Apakah Sekarang Saat Yang Tepat Untuk Memulai Vlog?

Dari dulu saya tidak pernah menikmati mambaca buku. Baik itu buku pelajaran sekolah, kampus bahkan komik pun saya tidak suka. Berbeda dengan istri, beliau sangat menikmati membaca buku. Hampir setiap kali makan dia sambil membaca buku. Membaca adalah ‘me’ time buat dia.

Ada 1 novel biografi musisi yang selesai saya baca tapi hanya buku itu seingat saya yang benar-benar saya baca sampai habis. Padahal saya tidak sebegitu sukanya dengan musik. Malah saya lebih suka dengan teknologi tapi buku biografi Steve Jobs hanya jadi pajangan saja di rak buku. Ya selain buku itu kadang saya masih suka baca berita di koran ataupun internet tapi itupun bisa dihitung seberapa sering. Paling sering berita sepakbola, sisanya yaa sama seperti netizen pada umumnya, menelusuri timeline twitter, instagram & facebook. Jadi pada intinya hubungan saya dengan buku itu kurang harmonis.

Tapi dari mana saya mendapatkan informasi atau ilmu-ilmu baru? Banyakan memang saya mengkonsumsi video baik di facebook atau youtube. Kalau highlight pertandingan bola saya akses footyroom.

Karena saya tidak suka baca, mungkin otomatis saya pun tidak menikmati proses menulis. Ini salah satu alasan paling kuat kenapa blog saya tidak pernah terisi penuh. Dari sini saya mulai berpikir apa lebih baik sekarang saya isi blog saya dengan konten video? Ya daripada saya nulis mungkin lebih mudah kalau saya bacot aja terus direkam upload youtube, embed disini. Iya ga sih? Ternyata ga semudah itu juga ya.

Konten video itu juga seharusnya disampaikan secara terstruktur. Ada pembukaan, isi utama, penutupan. Setidaknya struktur mudahnya seperti itulah. Kenapa? Karena saya pengen video konten saya juga ditonton orang & orang mengerti apa isinya. Nah, kalau saya sebagai pemula nge-vlog artinya kan saya harus mecatat dulu naskah / poin-poin yang akan saya rekam di dalam video. Artinya sebelum saya bisa nge-vlog sudah pasti saya harus bisa menulis dengan baik terlebih dahulu.

Saya paham dengan saya tidak suka menulis secara terstruktur apalagi sekarang saya sudah jarang sekali bikin proposal kreatif untuk dipresentasikan, kemampuan berkomunikasi saya menjadi kurang oke sih. Beda dengan dulu pada saat masih sering riset & bikin proposal. Saya pun merasa otak menjadi semakin tumpul. Walaupun bukan berarti saya jadi bego atau bodoh, tapi setidaknya kepercayaan diri dan atau kemampuan menyampaikan maksud dengan baik saat berbicara satu lawan satu ataupun di publik cenderung menurun. Dan ini mulai ga asik nih karena saya takut otak semakin jarang dipakai & semakin tumpul.

Makanya saya akan coba niatkan untuk belajar menulis secara terstuktur dan belajar banyak dari senior-senior vlogger tentang bagaimana menyampaikan topik yang mungkin standard, tapi jadi menarik dan enak ditonton. Oiya, salah satu vlog yang saya suka adalah Youtube channelnya Pandji Pragiwaksono, GOKS!

Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya cukup percaya diri untuk memulai vlog saya sendiri. Semangat!