Saya adalah tipikal yang suka update dengan teknologi. Walaupun belakangan menjadi agak kerepotan utk catch up karena sangking cepatnya perkembangan teknologi itu sendiri.

Salah satu yang saya suka pantau adalah start up teknologi berbasis aplikasi. Salah satu yang baru saya coba baru-baru ini adalah aplikasi TaniHub. Kalian bisa cari aplikasi ini hanya di playstore karena baru rilis untuk android saja. TaniHub adalah sebuah start up berbasis aplikasi yang membantu petani buah & sayur untuk dapat memasarkan hasil taninya ke pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi.

Idenya bagus, berani memberikan solusi bagi permasalahan distribusi hasil tani denngan memotong rantai distribusi menjadi lebih pendek. Seperti yang sudah bukan rahasia umum lagi, kalau distribusi hasil tani ini banyak katanya rantainya sangat panjang dari petani hingga ke konsumen akhir, sehingga harga yang sebenarnya murah, bisa jadi mahal sampai di konsumen. Yah intinya seperti itu. Tapi yang saya mau ceritakan adalah pengalaman saya belanja di TaniHub.

Minggu lalu TaniHub ada promosi serba 5000 dan gratis ongkir. Saya beli rambutan, alpukat mentega, pepaya california, salak pondoh, mangga irwin, cukup banyak dengan total harga hanya Rp. 148.000,- saja. Pada saat beli di aplikasi, mungkin karena belum siap mengalami lonjakan traffic pembeli pada aplikasi, beberapa kali aplikasi crash. Setelah memasukan belanja di keranjang, beberapa kali coba check out tapi gagal. Hingga hasilnya berhasil & bayar transfer melalui m-banking, masalah selanjutnya adalah tidak ada feedback baik di aplikasi ataupun email bahwa transaksi sudah selesai & barang akan dikirim kapan.

Sayapun kirim email ke CS dan menerima feedback dalam waktu yang cukup singkat. Benar saja dugaan saya, start up tersebut menerima lonjakan traffic & pembelian sehingga aplikasi crash, CS bilang paling lambat barang akan dikirim H+1. Namun ternyata barang baru dikirim sekitar H+2 atau H+3, itu pun barang yang saya terima belum lengkap, baru sebagian & saya harus follow up lagi ke CS. Biasa saya follow up di semua channel yang ada, disini saya coba follow up via FB fanpage & email. Keduanya dibalas dan menjelaskan bahwa barang yang belum lengkap dikarenakan kondisi buah yang kurang bagus & sisanya akan dikirimkan segera. Singkat cerita H+5 saya terima barang sisanya. Di hari yang sama setelah menerima sisa barang yang kurang, saya ditelepon oleh kurir TaniHub sebut saja si A, memberitahukan bahwa barang pesanan saya sedang beliau kirim menuju rumah. Saya pun jelaskan bahwa pesanan sudah lengkap saya terima dan beliau mengerti. Namun agak sore saya kembali ditelepon oleh kurir berbeda yang menginformasikan bahwa beliau mengantarkan barang pesanan saya. Saya kembali jelaskan bahwa pesanan saya sudah lengkap diterima. Keesokan harinya, sepulang saya dari luar rumah, ternyata ada buah kiriman dari TaniHub lagi yang isinya adalah sama dengan pesanan saya namun tidak komplit. Barang itu sampai di rumah & diterima oleh pembantu saya yang memang kurang paham kalau sebetulnya barang-barang tersebut sudah saya terima.

Setelah saya kontak CS dan saya minta untuk saya bayar saja kelebihan barang ini, ternyata pihak TaniHub tidak berkenan untuk menerima pembayaran karena ini kesalahan berada di pihak mereka. Ya sudah, saya bersyukur & terima saja. Saya senang untuk mensupport start up seperti ini, semoga dengan adanya kasus saya ini, ke depan TaniHub akan semakin memperbaiki infrastruktur & business process-nya. Sayang kan ide yang mulai yang sudah bagus tidak dibarengi dengan eksekusi yang elegan.

Anggap saja ini adalah pengalaman yang bagus buat saya karena saya beruntung menerima barang lebih dari yang saya bayar. Selain ini saya punya pengalaman lain dengan start up lain lagi, tapi agak kurang menyenangkan. Saya akan bahas di postingan lain ya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *