Oke, disini saya mau coba menjelaskan dan mencoba jujur kalau saya itu sebenarnya belum 100% memiliki mental wirausaha.

Pertama kali saya menghasilkan uang sendiri adalah dengan membantu menempel-nempelkan poster event di jalanan di Bandung. Disitu adalah awal saya mendalami bidang event organizing yang pada akhirnya saya tekuni & kerja tetap selama kurang lebih 3 tahun

Kemudian karir saya dilanjutkan dengan bekerja di salah satu group media besar di Jakarta. Waktu itu saya pegang bagian event & promosi radioa segmen anak muda. Kerjaannya mirip, politik kantor lebih rumit, duitnya lebih baik dibanding di Bandung tapi biaya hidup pun berbeda antara Bandung & Jakarta. Pindahlah saya ke sebuah EO di Jakata dengan gaji lebih tinggi. Setahun saya di EO Jakarta akhirnya saya berhasil pindah ke dunia digital.

Pertama kali saya masuk digital itu adalah di industri musik. Digital label. Singkat cerita saya ga betah sama sekali karena saya tidak mencintai pekerjaan saya jualan RBT & mobile content yang saat itu booming.

Nah, setelah itu saya pindah untuk kerja lagi di industri digital advertising. Saya berkantor dari tahun 2011 sampai 2016 sebelum akhirnya memutuskan untuk bikin kantor digital advertising sendiri bersama istri. Dari awal saya sudah bekerja untuk orang lain & memang dari pihak keluarga pun sepertinya saya tidak didorong untuk dapat memiliki jiwa wirasusaha, padahal papa saya almarhum wirausaha. Tapi mungkin karena beliau merasa wirausaha itu hidupnya tidak menentu kali ya jadi tidak mau anaknya merasakan apa yang beliau rasakan.

gambar diambil dari : https://www.webtrafficthatworks.com/

September 2016 saya dan istri mulai perjalanan baru sebagai bisa dibilang wiraswasta sampai saat post ini ditulis. Saya berpikir dengan berwira usaha, saya sudah melepaskan diri dari kehidupan korporat. Dua tahun perusahaan saya berjalan, saya baru sadar kalau sebenarnya pikiran saya itu masih sangat korporat. Saya masih sering membayangkan saya akan seperti orang-orang sukses lain yang memiliki usaha yang besar, punya kantor dengan banyak karyawan. Sebut saja Nadiem Gojek & William Tokopedia. Jujur mereka adalah inspirasi. Tapi untuk menjadi seperti mereka perjuangannya tidak terbayang seperti apa saat ini ya. Panjang & melelahkan pastinya.

Kemudian saya berpikir lagi, apakah perjuangan panjang tersebut adalah yang saya cari? Dan apabila saya menjalani perjuangan itu artinya saya akan masuk kembali ke dunia korporat? Kalau tidak terpaksa, sebenarnya saya tidak mau kembali ke dunia korporat.

Saya menikmati kehidupan berkantor di rumah saya selama 2 tahun terakhir dimana saya lebih sering bersama anak & istri, tidak melewatkan prosea tumbuh kembang anak saya sama sekali, kadang menemani & merawat orang tua namun masih bisa menghasilkan & berkecukupan.

Oh iya, saya masih terjebak mindset bahwa untuk menjalankan bisnis itu harus menghasilkan profit yang besar, kalau tidak besar berarti tidak seksi. Padahal tidak selalu! Jebakan ini yang bikin progres saya sebagai wirausaha berjalan lambat.

Setelah melalui proses di atas, saya seperti masih tetap ingin memiliki bisnis (start up) besar yang dapat menjadi inspirasi setidaknya untuk anak & lingkungan terdekat saya. Tapi ini akan saya jalankan dengan santai, tidak terlalu obsesif & diusahakan tidak akan mengharapkan perusahaan ini akan menjadi penunjang ekonomi keluarga. Karena begitu beban itu disematkan, perjalanan start up ini akan menjadi berat & cenderung kurang menyenangkan. Untuk bisnis (start up) ini doakan saja akan terwujud seiring dengan berjalannya waktu.

Nah satu usaha yang ingin saya mulai segera saat ini & diharapkan akan menjadi penunjang ekonomi keluarga adalah bisnis-bisnis receh. Kebetulan saat ini saya punya 1 studio apartment yang bisa disewakan di daerah BSD & 2 rumah milik mertua yang bisa dikontrakan. Dari aset tersebut diharapkan ada pemasukan bulanan yang stabil walaupun tidak besar.

Kemudian saya sedang ingin mulai franchise ayam goreng yang diharapkan juga akan menghasilkan profit kecil namin stabil dalam waktu tidak terlalu lama. Apabila sudah menemukan ritmenya, saya ingin mengkloning bisnis-bisnis dengan profit stabil ini sehingga nilai profitnya akan terasa cukul besar. Menurut saya bisnis receh ini layak untum dicoba, dengan nilai investasi tidak terlalu besar sehingga meminimalkan resiko. Ya sudah, kita mulai saja dulu & mudah2an tantangannya manageable & berjalan sesuai rencana! Aminn..

Saya akan update cerita bisnis receh yang sudah dijalankan di post lain apabila sudah ada yang bisa saya share.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *